Ponari dan Qudratullah
Posted in Uncategorized on Februari 22, 2009 by kutaybi
Sudah kurang lebih tiga pekan, Indonesia dikejutkan dengan kabar seorang dukun cilik yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit hanya dengan mencelupkan “batu petir” ke dalam air pasiennya. Hal ini tidak hanya menyedot perhatian warga masyarakat seluruh Indonesia tapi juga membawa “income” bagi keluarga Ponari sendiri yang tidak kurang dari 1 Milyar rupiah. Pertanyaan terbesar yang timbul kemudian adalah fenomena apakah gerangan?
Tulisan ini tidak akan membahas keajaiban batu itu, atau bagaimana medis berbicara tentang fenomena ini karena memang bukan kapasitas penulis untuk mengungkap itu semua. Dengan segala keterbatasan yang ada, penulis ingin mencoba mengajak pembaca memakai “nalar religius” sebagai alat untuk melihat fenomena ajaib ini.
Diantara pondasi keimanan seorang Mukmin adalah iman kepada qodho dan qodar. Secara harfiyyah, qodho adalah ketentuan yang berarti segala ketentuan yang telah Allah SWT tuliskan di “catatan pribadi Tuhan” (laufhun mafûdz) yang berkenaan dengan perjalanan makhluk-makhluk-Nya. Sedangkan qodar adalah kemampuan, yang berarti kemampuan Allah SWT untuk menjalankan catatan yang tertulis di lauhun mahfudz tadi. Atau boleh kita meminjam salah satu definisi ulama tentang qodho dan qodar yakni bahwa qodho dan qodar adalah sama-sama ketentuan Allah, tapi qodho adalah ketentuan Allah yang belum terjadi sedangkan qodar adalah ketentuan Allah yang sudah terjadi sebagaimana sabda Rosulullah Saw, lâ yaruddu al-qodho illâ ad-du’a, tidak ada yang dapat merubah qodho selain doa. Ini berarti qodho masih bisa berubah dengan doa.
Kembali kepada kasus Ponari dan batu ajaibnya, dengan memakai alat nalar religius tadi, setidaknya ada dua hal yang bisa kita ungkap dari fenomena ini. Pertama, sesungguhnya hal ini adalah qudrotullah. Bagaimana? Ketika Allah menetapkan untuk menyembuhkan penyakit para hamba-hamba-Nya yang tidak memiliki kemampuan ekonomi, Allah menggunakan qodar-Nya –Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu- untuk menjalankan ketetapan-Nya tadi yaitu melalui wasilah batu dan “menunjuk” Ponari untuk menjalankan ketetapan-Nya. Atau gampangnya, kalau Allah mau-Nya begitu, kita mau apa? Yang terpenting untuk ditekankan kepada para pasien Ponari adalah meyakini bahwa Ponari dan batu ajaibnya hanyalah perantara. Tidak lebih. Bukankah itu yang dicontohkan oleh Bapak Para Nabi, Ibrahim a.s ketika mengatakan ” dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku” (Q.S Asy-Syu’ara 80)
Kedua,fenomena Ponari ini bisa disamakan dengan fenomena mukjizat Para Nabi atau karomah para wali Allah SWT. Dari sudut pandang mana kita bisa menarik persamaan antara ketiga hal itu? Mukjizat dan karomah adalah hal-hal yang terjadi diluar kebiasaan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang nota bene mempunyai nilai kesalehan di atas rata-rata. Para Nabi jelas terbukti mempunyai nilai kesalehan di atas rata-rata, begitu juga dengan para wali, tapi bagaimana dengan Ponari? Memang realitanya Ponari hanyalah seorang bocah kecil yang tidak bisa dipastikan kesalehannya apalagi jika harus diatas rata-rata, tetapi bagaimana dengan orang tua, kakek, atau bahkan orang-orang terdahulu yang berada di garis nasab Ponari? Boleh jadi ini adalah anugrah Allah yang baru “dibayar” Allah untuk kesalehan kakek ke 20 Ponari? Bukankah ini adalah alasan Nabi Khidir ketika membangun dinding rumah kepunyaan dua orang anak yatim yang tidak lain adalah ayahnya adalah seorang yang saleh. (Q.S Al-Kahfi 82)
Sekali lagi penulis ingin mengatakan, “kalau Allah berkehendak, kita mau apa?”
Wallahu a’lam wa a’lam
Melanggar Lampu Merah dan Anarkisme
Posted in Uncategorized on Februari 22, 2009 by kutaybiAdalah watak dasar manusia untuk menjadi sosok egois. Egoisme manusia dapat dilihat dari asas manfaat. Kita hanya akan mematuhi seseorang
apabila hal tersebut memberikan kita manfaat.Contoh, apabila ditanya, faktor apakah yang mempengaruhi kepatuhan anak kepada orang tuanya, genetic (karena sang anak faham kalau itu adalah orang tuanya) atau karena egoisme (karena sang anak merasa mendapat manfaat dari orang tuanya)? Jelas jawabannya adalah karena egoismenya, bukan faktor gen. Mengapa? Bukankah ketika sang anak merasa diabaikan oleh orang tuanya -yang berarti ia tidak mendapat manfaat- akan tidak patuh kepada orang tuanya?
Egoisme adalah keniscayaan, setiap orang tercipta dengannya. Tapi jangan lupa kalau sesungguhnya Allah juga memberikan kita akal dan hati. Sebagai orang yang berakal dan berhati, cara berfikir kita tidak boleh berhenti pada titik egoisme, tapi harus lebih jauh. Artinya, ketika kita mempunyai ambisi untuk mendapatkan sesuatu hal yang memberi kita manfaat, kita pun harus mempertimbangkan jalan yang kita tempuh untuk memenuhi ambisi kita.
Sesuai dengan judul, penulis akan memberikan contoh kasus, melanggar lampu merah. Saya tanya, apabila anda menerobos lampu merah, tanpa ditilang polisi, tanpa ada kecelekaan, pokoknya perjalanan mulus sampai tujuan. Apakah hal tersebut baik atau buruk? Penulis yakin jawabannya pasti baik. Tentunya dengan alasan, ya iyalah.. lebih cepat sampai tujuan. Tapi disini penulis akan menjawab, melanggar lampu merah itu sama sekali tidak baik. Ask why?
Faktanya sesungguhnya, orang yang melanggar lampu merah adalah orang yang sedang terburu-buru. Orang yang sedang terburu-buru berarti sedang memacu adrenalin, yang berarti ia sedang memompa jantungnya dengan ritme cepat. Salah satu fungsi jantung adalah mengalirkan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, nah jantung yang dipompa cepat berarti jantung tersebut sedang dituntut tuk mengalirkan darah dengan cepat melalui pembuluh darah. Masalahnya adalah jika dalam keadaan jantung dituntut untuk mengalirkan darah dengan cepat tetapi pembuluh darah tidak siap, maka akan mengakibatkan penyakit stroke. Jadi, jika kita melanggar lampu merah itu berarti kita sedang melatih diri kita untuk mempunyai penyakit stroke.
Fakta lain, sesungguhnya orang yang melanggar lampu merah adalah orang yang tidak sabaran. Orang yang tidak sabaran di jalan bisa dipastikan orang yang tidak sabaran juga di dalam menyikapi permasalahan, karena tidak sabaran adalah watak yang tidak mungkin ditinggal di jalan, pasti juga dibawa di dalam kehidupannya secara menyeluruh. Orang yang tidak sabaran dalam menyikapi permasalahan akan mudah bertindak anarkis. Jadi jangan kaget jika melihat “pemuda-pemuda sok pembalap” di jalan melakukan anarkisme, baik itu tawuran, demonstrasi maut (sebagaimana kasus di Sumatra Utara), perkelahian dan beragam tindakan anarkisme lainnya.
Allah mengajarkan kita untuk menjadi hamba yang saleh. Tidak hanya saleh ritual tapi juga saleh sosial. Maka mulailah menjadi orang yang saleh sosial dengan mentaati hal-hal yang “terlihat” remeh seperti mematuhi lampu merah. Karena hal remeh bukan tidak mungkin berujung pada musibah besar.
Sesungguhnya Allah berfiman, ” janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung” (Q.S Al-Isra 37). “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. “ (Q.S Luqman 17)
Mengapa cincin pernikahan harus diletakkan di jari manis kita?
Posted in Uncategorized on Februari 5, 2009 by kutaybi
Mengapa cincin pernikahan harus diletakkan di jari manis kita? Untuk mengetahui jawabannya, cobalah ikuti langkah-langkah berikut ini. ALLAH SWT benar-benar membuat keajaiban bagi umat manusia untuk direnungkan.
1. Pertama, PERTEMUKAN TELAPAK TANGAN KANAN N KIRI ANDA ( RENGGANGKAN KEDUA TELAPAK TANGAN ANDA, JANGAN SAMPE MENEMPEL ), 2 jari tengah ditekuk ke dalam.
2. Kemudian, 4 pasang jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang ( jari manis ) yang tidak terpisahkan.
4. Lalu cobalah membuka ibu jari Anda, ibu jari mewakili orang tua. Ibu jari bisa dibuka, karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
5. Kemudian tutup kembali ibu jari Anda, kemudian buka jari telunjuk Anda. Jari telunjuk mewakili kakak dan adik Anda, mereka akan memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
6. Sekarang tutup kembali jari telunjuk Anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak-anak Anda. Cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita.
7. Selanjutnya, tutup jari kelingking Anda, bukalah jari manis Anda tempat dimana kita menaruh cincin pernikahan Anda. Anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka.
Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup Anda dan pasangan Anda akan terus melekat satu sama lain.
*copas dari kawan di mailist.. menarik.
Berbisnis dengan Allah
Posted in Uncategorized on Januari 19, 2009 by kutaybi
Berbisnis dengan Allah
Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S Luqman 29)
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, tahun dan begitu seterusnya sampai pada waktu yang telah ditentukan. Fenomena ini seyogyanya menjadi warning bagi orang berakal untuk selalu berbuat dalam rangka memberi warna pada setiap ruang kehidupan kita. Sesungguhnya warna-warni inilah yang akhirnya menjadikan hidup kita lebih bermakna.
Diantara warna-warni itu, ada warna “bisnis”. Ya. Berbisnis dengan Allah. Allah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Q.S Ash-Shaaf 10)
Modal
Untuk mengadakan satu transaksi pernaiagaan, tentunya kita harus mempunyai modal. Apa modal kita untuk berbisnis dengan Allah?
Just take a look at your self. What u got? Akal, yang kemudian kita kembangkan sehingga menjadikan kita orang yang berilmu. Harta, yang kita olah sedemikan rupa sehingga berwujud menjadi uang, property, dan beragam bentuk kekayaan. Bahkan waktu, yang setiap orang diberikan porsi yang sama, 24 jam. Bukankah semua itu adalah modal untuk berbisnis dengan Allah?
Poin yang juga sangatlah penting dalam hal modal ini, sesungguhnya modal yang akan kita gunakan tuk berbisnis dengan Allah haruslah modal yang halal. Karena sesungguhnya Allah adalah baik dan tidak menerima selain hal-hal yang baik.
Budgeting dan Untung Rugi
Dalam berbisnis, kita harus memuaskan customer kita. Dan untuk memuaskan customer tentunya tidak gratis, kita harus mengeluarkan biaya. Budget yang kita keluarkan dalam bersbisnis dengan manusia tidaklah sama besarnya dengan budget yang kita keluarkan dalam berbisnis dengan Allah
“Don’t put your eggs into one basket”, begitulah salah satu trik dalam berbisnis dengan manusia. Jangan kita mengaggarkan semua yang kita miliki ketika berbisnis dengan manusia. Karena berbisnis dengan manusia berujung kepada dua hal, untung dan rugi. Tidak ada kepastian apakah kita akan untung, begitu juga sebaliknya.
Tapi lain halnya jika kita berbisnis dengan Allah. Mari anggarkan semua yang modal yang kita miliki. Semua sumber daya yang kita miliki, 100% hendaknya kita anggarkan untuk berbisnis dengan Allah. Kenapa?
1. Karena sesungguhnya berbisnis dengan Allah tidak mengenal kata rugi. Allah adalah Sang Maha Juragan dari semua juragan yang ada di jagad alam raya ini.
Allah berfirman dalam surat Fathir ayat 29 dan 30
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Ayat ini menjelaskan bahwasannya Tidak ada kata rugi dalam berbisnis dengan Allah. Bukan hanya itu, Allah juga akan memberi bonus yang tak terhingga.
2. Karena semua modal yang kita miliki adalah milik Allah. Ilmu, harta, property, waktu dan segala yang kita miliki pada hakikatnya adalah milik Allah.
To be continued..
Cuci motor dengan Air Tuhan
Posted in Uncategorized on Januari 12, 2009 by kutaybiAneh.. Tapi beginilah realita alam kita sekarang. Semua serba tidak dapat diperkirakan terutama masalah cuaca. Dalam hitungan menit, cuaca panas bisa berubah mendung, bahkan hujan lebat. Katanya sih ini salah satu efek dari global warming. Is it right? Just let scientists explain about it..
Just like today, ketika pagi hari sekitar pukul delapan penulis pergi ke toko Walisongo dalam suasana cuaca cerah secerah-cerahnya, tetapi ketika selesai berbelanja yang memakan waktu tidak lebih dari 30 menit, keluar dari toko, hujan pun menyambut. Dalam perjalanan menuju rumah, hujan pun turun ngeledek, turun .. berhenti.. turun lagi.. berhenti lagi..
Apa yang terjadi, terjadilah.. *halah Aril banget. Kalau sudah kehujanan, ya sekalian aja mandi hujan. Hujan-hujanan di atas motor dengan kaca mata yang buram terkena air hujan ternyata memberikan kesan tersendiri. Pertama, tentunya seru juga
, itung-itung mengenang masa kecil yang suka hujan-hujanan dan berujung dengan demam sehingga bisa izin gak sekolah *halah. Kedua, masalah kacamata, ada gak ya inovasi kaca mata yang bisa ngelap sendiri? just like kaca mobil tu lah..
. Dan yang terakhir ni yang seru, ternyata hujan membawa berkah buat motor penulis yang kebetulan kotor.hahaha. Weits jangan salah, gak sembarang orang bisa nyuci motor dengan air khusus, air tuhan!
bendera lusuh di tengah perkampungan kumuh.
Posted in Uncategorized on Januari 12, 2009 by kutaybiDaerah Khusus Ibu Kota Jakarta, betapa gagah pangkat yang disandang sebuah kota yang dahulu bernama BATAVIA, tapi sayang pangkatnya tak segagah realita tatanan kotanya, apalagi jika dilihat dari pemukiman yang menghiasinya.
***
Ketika bus DAMRI yang membawa penulis menuju Bandar Udara Soekarna Hatta memasuki pintu tol dan mulai menulusuri jalan menanjak, nampaklah pemandangan menarik dari luar jendela bus. Pemandangan miris -setidaknya itulah yang penulis rasakan- yang dapat dilihat oleh siapapun tapi mungkin jarang orang yang memperhatikan.
Di tengah semrawutnya perkampungan kumuh, tertancap tinggi beberapa tiang yang mengusung bendera-bendera lusuh dengan warna-warna yang berbeda, kuning, biru, hijau bahkan MEJIKUHIBINIU yang jika semua warna itu disatukan dalam satu wadah, warna-warni tadi akan menjadi satu warna, ABU-ABU MONYET. *ada kan warna “abu-abu monyet”? warnanya cocok dengan pemiliknya, monyet. Monyet adalah hewan yang santun dan penurut, setiap dikasih selalu menerima dengan ikhlas, dua tangan sudah penuh dengan pisang, kaki pun akan dipakai tuk memegang makanan yang lain. Buram. Bendera-bendera yang tertulis dengan jelas misi masing-masing bendera yang kebanyakan menuliskan kata “berjuang”, “membangun”, “demi rakyat”. Tidak mau kalah dengan para bendera, baleho-baleho pun unjuk gigi menampilkan tampang-tampang narsis berkopiah dan berjilbab memohon doa restu tuk turut berebut kursi panas.
Betapa manis kata-kata yang tertulis di bendera itu. Betapa santun wajah-wajah yang terpampang di baleho-baleho itu. Tapi… Apabila salah satu bendera tersebut keluar menjadi bendera favorit bangsa, apabila salah satu dari tampang-tampang santun nan narsis itu terpilih tuk duduk di kuris panas, adakah bendera itu memenuhi janji-janji yang dahulu tertulis jelas? Adakah para tokoh berkopiah dan berjilbab yang terpilih itu benar-benar berkopiah dan berjilbab atau sekedar TOPENG!?? Biarlah perkampungan kumuh itu nanti jadi saksinya.
!!!مافيش نقاش
Posted in Uncategorized on Januari 10, 2009 by kutaybiلقد قال الله جل جلاله فإنهم (اليهود والنصارى) لا ولن يرضوا بقيام دولة تسمى الإسلام! وهم دائما سيقفون في موقف ضد الإسلام والمسلمين. وليعلم جميع المسلمين أن ذلك الحقدحق لا ريب فيه!! فما وقع اليوم في أرض فلسطين أبين دليل على حربهم تجاه الإسلام وأمته. فأين نحن منهم؟ هل ستقولون “فاذهب أنت وربك فقاتلا إنا ههنا قاعدون”؟!!! صدق الله إذ قال “ويل يومئذ للمكذبين”!!!
فإنني أكتب هذه الرسالة مخاطبا العرب خاصة والمسلمين عامة كي يعلموا حق العلم فإن اليهود لا يفهمون لغة الحوار ولا الصلح ولا الرأفة بل يفهمون لغة واحدة الحرب. لقد رفع قائدنا رانتيسي (رحمه الله رحمة واسعة) بندوقيته قائلا “هذا حواري مع اليهودي”!!!!
والله كم أنا حزين لما عرفت أن عدد الموتى من شعب فلسطين حصل إلى رقم 800!!! ومع ذلك فإن رؤساء البلاد لا يزالون يتكلمون عن الصلح مع الإسرائيل. اسمحوالي أن أصيح قائلا والحق أقول بالله عليكم لقد حصحص الحق, فإن السبيل الوحيد لللحوار مع اليهود هو الحرب نفسه لاغير!! بلاش سلام! بلاش حوار! الحرب وبس!! مافيس نقاش!


